Generasi Y atau generasi milenial yang lahir pada awal tahun 1980-an hingga akhir 1990-an memiliki karakteristik tersendiri sebagaimana generasi-generasi sebelumnya. Beberapa karakteristik unik dari generasi yang dibesarkan ditengah hiruk pikuk kecepatan perkembangan teknnologi dan informasi ini adalah terbiasa dengan tempo yang cepat, selalu ingin mencoba, individualis, cepat merasa bosan, tidak loyal, ingin terlihat berbeda, dan bersemangat atas hal baru.

Segala perilaku generasi milenial yang memiliki potensi berkembang dan potensi menghancurkan ini membuat saya teringat akan sebuah kalimat, “jika kita ingin lihat seperti apa Indonesia 20-30 tahun mendatang, maka lihatlah apa yang dilakukan anak mudanya hari ini.” Kita (generasi milenial) mesti menyadari, bahwa kelak tampuk kepemimpinan negeri ini akan jatuh ditangan kita, suka tidak suka, siap atau tidak. Kemudian, apa yang harus kita persiapkan untuk menyongsong tanggung jawab besar ini?

Kita bisa mulai dengan mengasah bakat dan kepemimpinan sejak dini. Saya adalah orang yang percaya bahwa setiap orang terlahir dengan keistimewaannya masing-masing, tinggal kemudian kita memilih bidang apa yang akan terus kita asah. Kepemimpinan tidak melulu soal posisi atau jabatan tinggi. Sejatinya kepemimpinan adalah tentang kontribusi yang tak mengenal posisi, dan yang lebih penting tentang kemampuan mengelola tanggung jawab.Mungkin kita lupa, bahwa negeri ini didirikan oleh para pemuda yang telah selesai dengan dirinya. Efeknya sungguh dahsyat. Maka mari kita berkaca, sudahkan kita selesai dengan urusan diri kita? Sudahkah kita memaknai bahwa setiap episode kehidupan ini menunggu peran dan campur tangan kita?

Masalah negeri ini terlanjur banyak dan rumit, membutuhkan kolaborasi lintas sektoral agar mampu mengurai masalah ini dan mentransformasikannya menjadi peluang untuk maju kedepan. Mari kita visualisasikan masa depan negeri ini yang diisi oleh orang-orang berintegritas, mengispirasi, dan mampu menggerakkan perubahan. Dan tak lain, orang-orang tersebut adalah kita dan kawan-kawan seperjuangan kita.

Dear millennials, mari kita berhenti membahas masalah yang ada pada negeri ini, karena sudah banyak orang yang melakukannya, tugas kita adalah memilih satu masalah, kemudian selesaikan dengan tangan kita sendiri! Ayo kita mulai perbaikan negeri mulai dari hal kecil,  dari hal yang terdekat, dan mulai dari hari ini!